Sunday, September 20, 2015

Penggunaan Warna dalam Pembelajaran

Warna pada anak usia dini merupakan hal sangat penting bagi perkembangan saraf otaknya. Selain memancing kepekaan terhadap penglihatan, warna juga bermanfaat untuk meningkatkan daya pikir serta kreativitas anak.
Ruang Pribadi

Berikut ini beberapa penggunaan warna pada :

Ruang Belajar

Para psikolog telah melakukan beberapa eksperimen yang menyimpulkan bahwa penggunaan warna yang tepat untuk sekolah dapat meningkatkan proses belajar mengajar untuk siswa maupun gurunya. Hal ini disebabkan warna menimbulkan kesan tertentu dalam menciptakan suasana ruang. Warna juga menimbulkan pengaruh terhadap jiwa anak-anak, baik secara langsung, misalnya perasaan gelisah, nyaman, panas dan sebagainya.

Karena itu pendidik harus mengetahui pengaruh warna-warna tertentu terhadap anak-anak, demikian dapat memperkecil bahkan mencegah kesalahan di dalam menempatkan warna-warna yang mempunyai pengaruh negatif, khususnya terhadap perkembangan fisik dan mental anak.
  1. Menciptakan ruang yang bebas, aman, rangsang, nyaman, dan hangat
    Menurut Eillen, 1988, kebutuhan anak dalam ruang adalah memperoleh rasa bebas, aman, rangsang, nyaman dan hangat.

    Tabel1. Warna-warna yang Mendukung Kebutuhan Anak dalam Ruang
    Kebutuhan Anak dalam ruangSuasana RuangWarnaDihindari
    Ruang bebasFleksibel tidak terlalu padatWarna terang dan netralWarna hitam: menakutkan dan menekan
    Rasa AmanTidak menakutkan, menegangkanWarna-warna pastel intensitas tidak penuh Warna menyilaukan menyebakan mata cepat lelah, sakit kepala dan tegang
    Rasa nyaman, hangatSuasana hangatWarna hangatWarna gelap
    Rangsang, merangsang anak untuk beraktifitas, gembira dan kreatif
    Suasana hangat dan meriah
    Komposisi warna cerah, kontras dan komposisi warna-warna terang-

    Warna pastel untuk ruang belajar adalah aman dalam arti tidak menyilaukan, tidak membuat mata lelah, menyenangkan dan tidak menakutkan sehingga dapat memotivasi anak untuk beraktifitas, bergembira dan kreatif.
  2. Mengatur Ruang agar tampak lebih luas atau mengecil
    Warna dingin bila digunakan untuk mewarnai ruangan akan memberikan ilusi jarak, akan terasa mundur. Sebaliknya warna hangat, terutama keluarga merah akan terasa seolah-olah maju. Warna-warna cerah membuat objek kelihatan besar dan ringan sementara warna gleap membuat mereka lebih kecil dan berat.

Peralatan Permainan


Peran warna pada alat permainan antara lain:
  1. Stimuli.Warna berperan sebagai stimuli(rangsangan), dengan menggunakan warna cerah yang disukai anak dan menarik perhatian seperti merah, kuning dan oranye warna ini merangsang anak untuk beraktifitas dan berimajinasi
  2. Evaluasi perkembangan anak.Warna merupakan elemen penting untuk mengevaluasi perkembangan anak, misalnya anak-anak diberi benda-benda dengan bentuk sama tetap berbeda atau sebaliknya bentuk beda tetapi warnanya sama, puzzle, berbagai figur dan sebagainya.
  3. Memfokuskan dan mengalihkan perhatian.Bila ingin memfokuskan anak pada sesuatu, berilah warna-warna yang menarik perhatian misal merah. Sebaliknya jika ingin mengalihkan perhatian, berilah warna-warna yang tidak menarik perhatian, misalnya coklat, abu-abu.

Proses CALISTUNG

Belajar membaca, menulis, berhitung, dan bahkan sains kini tidaklah perlu dianggap tabu bagi anak usia dini. Persoalan terpenting adalah merekonstruksi cara untuk mempelajarinya sehingga anak-anak menganggap kegiatan belajar tak ubahnya seperti bermain dan bahkan memang berbentuk sebuah permainan.

Pelajaran calistung bisa membaur dengan kegiatan lainnya yang dirancang dalam kurikulum PAUD tanpa harus membuat anak-anak terbebani. Adakalanya tidak diperlukan waktu ataupun momentum khusus untuk mengajarkan calistung. Anak-anak bisa belajar membaca lewat poster-poster bergambar dengan warna mmencolok yang ditempel di dinding kelas. Biasanya dinding kelas hanya berisi gambar benda-benda. Gambar-gambar itu bisa ditambahi poster-poster kata, dengan ukuran huruf yang cukup besar dan warna yang mencolok.

Doman adalah seorang dokter bedah otak. Ia berhasil membantu menyembuhkan orang-orang yang mengalami cedera otak kartu-kartu kata yang ditulis dengan tinta berwarna merah pada karton tebal, dengan ukuran huruf yang cukup besar. Kartu-kartu itu ditampilkan di hadapan si pasien dalam waktu cepat, hanya satu detik per kata. Adanya perkembangan pada otak pasiennya membuat ia ingin mencobanya kepada anak-anak bahkan bayi. Doman hanya merekomendasikan pembelajaran membaca dan matematika sekitar 45 detik per hari. Bisa kita bayangkan, betapa sebentarnya, dan kemungkinan anak-anak merasa terbebani karena metode itu sangatlah kecil.
  1. Untuk mengenalkan konsep bilangan.
    Untuk mengenalkan konsep bilangan dibuat kotak bilangan angka terbuat dari karton ukuran 10x10 cm dengan ditempeli angka 1-10 warna-warni. Setiap mau masuk ruangan selesai berbaris, peserta didik berhitung sambil ditunjukkan kotak angka tersebut. Cara cukup efektif untuk menarik perhatian anak supaya mau memperhatikan bentuk angka-angkanya.
  2. Untuk mengenalkan membaca.
    Untuk mengenalkan membaca digunakan media gambar dengan tulisan dibawahnya berwarna merah, biru, oranye, dan hijau. Setelah seminggu dikenalkan akhirnya gambarnya di tutup dan secara menakjubkan 75% anak-anak bisa menebak dengan cepat setiap tulisan yang ditunjukkan. Namun ketika tulisan tersebut dicoba dipindah ke papan tulis dengan menggunakan kapur tulis hanya sekitar 25% anak yang bisa menebak tulisan.

    Anak-anak merekam warna pada hurufnya. Jadi kegiatan ini harus diulang-ulang setiap hari sampai tanpa sadar anak hafal banyak kata. Yang akhirnya anak bisa membaca dengan senang hati.
  3. Menulis warna warni.
    Pada awalnya anak cenderung merasa canggung dan bosan jika harus menulis dengan pensil. Maka untuk tahap awal menulis biarkan anak menulis atau pura-pura menulis dengan crayon warna-warni yang lebih empuk. Cara ini melatih motorik halusnya untuk kemudian mampu menulis dengan pensil.

Memilih Bahan Pewarna


Warna banyak memberikan pengaruh positif dan memotivasi anak untuk beraktifitas dan kreatif, namun semua itu tidak terlepas dari pemilihan bahan pewarna. Banyak pewarna yang beredar di pasaran yang mengandung toxic (racun) yang sangat berbahaya bahkan disinyalir dapat menyebabkan autisme. Karena itu sebagai pengelola pendidikan kita harus teliti dalam memilih pewarna.

Untuk pewarna ruangan dan alat permainan bisa dipilih pewarna/cat yang tidak mengandung toxic yang biasanya tertulis di label kalengnya. Sedangkan untuk pewarna stempel atau finger painting sebaiknya dipilih pewarna makanan atau pewarna alami yang berasal dari tumbuh-tumbuhan misalnya kunyit, pacar, blau, daun pandan suji , arang dan lainnya.

F. DAFTAR PUSTAKA

  • Admin, 2008, Pengembangan Kemampuan Membaca Anak Usia Dini Melalui Metode Glenn Doman, Web site.
  • Eillen, 1988. Lingkungan Fisik dan Pendidikan Anak, Asri : Edisi April
  • Hawadi, Reni Akbar, 2002. Psikologi Perkembangan Anak. Grasindo, Jakarta.
  • Mayangsari, Sriti., 2004. Peran Warna Interior terhadap Perkembangan dan Pendidikan Anak di Taman Kanak-Kanak, Jurnal Dimensi Interior, Vol 2 : No 1
  • Berbagai sumber bacaan dari website.
  • http://kbalnaba.blogspot.co.id/2010/07/pengaruh-warna-dapat-membantu-proses.html

Related Posts

Penggunaan Warna dalam Pembelajaran
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Untuk menyisipkan kode pendek, gunakan <i rel="code"> ... KODE ... </i>
Untuk menyisipkan kode panjang, gunakan <i rel="pre"> ... KODE ... </i>
Untuk menyisipkan gambar, gunakan <i rel="image"> ... URL GAMBAR ... </i>